Tentang blog ini

Blog ini berisi rekaman untuk selalu "take in the good" - meresapi sisi baik, indah, dan menyenangkan dari berbagai pengalaman. Upayaku mempertahankan emosi positif, meningkatkan rasa syukur, dan selalu merayakan kebaikan.

Sunday, September 3, 2017

Pameran Semanggi Kita

Punya anak yang beranjak dewasa susah-susah gampang. Mereka, dari generasi yang mungkin saja cara berpikirnya beda. Kondisi lingkungan, sosial, teknologi yang mereka alami benar-benar tak sama dengan yang orang tuanya alami 20-30 tahun yang lalu. Dengan perbedaan itu, berharap mereka mengikuti semua yang kita pikirkan sepertinya berlebihan. Tapi mungkin kita tetap bisa menyusupkan hal-hal yang prinsip, setidaknya. Karena itu, kalau ada kesempatan untuk jalan di akhir pekan bareng dengan anak-anak, aku langsung lakukan. Kebetulan kakak Andrea punya selera serupa dalam seni, kami menyukai pameran-pameran seni. Minggu lalu kami jalan lihat pameran Semanggi Kita Berkarya Untuk Indonesia, yang terinspirasi dari proyek jembatan Semanggi. Disamping bisa memuaskan hasrat melihat karya-karya kreatif, melihat kakak mengapresiasi karya-karya itu juga kesenangan tertentu. Saya termasuk yang percaya, seni dapat membangun kapasitas emosi yang diperlukan dalam banyak hal. Sambil kami menyaksikan, mengomentari, diskusi, di sanalah kesempatan untuk memberi berbagai nilai-nilai yang penting untuk mereka anut.

Asian Literary Festival 2017

Asian Literary Festival 2017 diselenggarakan pada tanggal 3-6 Agustus lalu. ALF pun jadi agenda tahunan saya, karena selalu ada pembicara menarik untuk diikuti sesinya atau buku yang perlu dibeli. Tapi tahun ini beda, karena uni Jasmin Alya tertarik untuk ikut bekerja secara volunteer di event ini. Ini bagus untuk dia karena beberapa hal: Pertama dia memiliki akses ke perbincangan, isu, karya-karya sastra dari kawasan Asia yang menarik. Kedua, secara tidak langsung dia membangun kapasitas untuk bekerja sama dalam tim dan juga sekaligus kapasitas prosocial, keinginan membantu orang lain. Ketiga, karena beasiswa untuk studi lanjutnya ke luar negeri adalah satu dari ultimate goalnya, portofolio terlibat dalam kegiatan volunteerism menjadi salah satu kunci penting. Well-done Uni, really appreciate for your decision.

Sunday, October 18, 2015

Glenn Fredly Konser Menanti Arah

Bagi mereka yang suka musik, menonton langsung liveshow penyanyi atau grup musik favoritnya selalu menjadi sebuah pengalaman tersendiri. Dari hanya menikmati alunan atau hentakan nadanya, dari menyanyikan serta meresapi makna liriknya, kita juga bisa menyaksikan bagaimana seluruh penampil menafsirkan seluruh komponen lagu. Keseluruhan kehebatan lagu itu terasa utuh kita rasakan. Perasaan itulah yang aku rasakan kemarin malam, saat menonton konser Glenn Fredly: Menanti Arah. Perasaan itu semakin lengkap dan penuh ketika menyaksikan bagaimana 2 anak gadisku, Jasmin dan Andrea, yang juga menyukai Glenn begitu menikmati konser itu. Kami biasa memutar lagu-lagu Glenn di mobil dan di kamar, dan malam itu kami bisa nyanyi dan sesekali goyang bersama. Glenn adalah salah satu penyanyi dan pencipta lagu hebat di Indonesia. Menikmati konsernya malam itu, memutarlagi ingatan bagaimana dia memulai kariernya secara professional sebagai penyanyi grup Funk Section tahun 1995. Pastilah dengan usaha keras, kesungguhan dan keberanian mencoba ia bisa menjadi sosok yang hebat saat ini. Lagu-lagu ciptaannya banyak yang menjadi hits dan selalu ditunggu-tunggu penggemar musik di Indonesia. Dengan upaya keras juga agaknya Glenn mampu pushing the envelope, meraih pencapaian demi pencapaian tinggi dalam kariernya. Selain karya album musik, Glenn kini sering terlibat aktif menghasilkan film-film dimana Original Soundtrack selalu diciptakan Glenn. Membayangkan kemajuan karier Glenn, memberi gagasan bagaimana seseorang seharusnya bertumbuh dan berkembang, dan itu cukup untuk memercikkan sebuah semangat. Juga niat untuk mengalami pertumbuhan yang sama. A night to remember and to be grateful.

Saturday, September 26, 2015

Menang hibah buku teks Kemenristek Dikti 2015

Alhamdulillah naskah draft buku “Corporate Entrepreneurship and Innovation” yang sedang dalam proses penerbitan, memenangkan program hibah buku teks Kemenristekdikti 2015. Program hibah ini dikhususkan untuk naskah buku hasil karya dosen di Indonesia yang siap diterbitkan. Dirjen Dikti memfasilitasi dosen dengan dana hibah dan proses pendampingan dan editing demi peningkatan mutu naskah yang diusulkan. Penyelesaian naskah dan pemerolehan hibah ini sesuai dengan “road map” yang aku rancang sebelumnya untuk proyek penulisan buku ini: membuat modul pelatihan corp.entrepreneurship - membangun kurikulum Managing Innovation untuk program Magister Manajemen - dan menghasilkan naskah buku teks sekaligus memperoleh hibah. Pencapaian ini melegakan mengingat kerja berbulan-bulan dengan cara “tiarap” dan proses “sprint” 1 bulan terakhir menjelang deadline penyerahan naskah ke Dikti. Terasa terbayar semua energi, waktu dan konsentrasi yang dicurahkan. Menjadi lebih istimewa, karena pada bulan Februari 2015 yang lalu, buku ku yang lain, “Merancang Kuesioner” juga memenangkan program hibah buku ajar – buku yang sudah diterbitkan – Kemenristek Dikti 2015. Untuk menghasilkan sebuah buku, keterampilan menulis, wawasan serta akses bahan bacaan memang penting. Tapi bagaimana seorang penulis bertahan disaat-saat akhir penyelesaian draft, persistensi menjadi kuncinya. Syukurlah pengalaman-pengalaman menulis buku-buku sebelumnya membuatku bisa melewati masa-masa kritis penyelesaian naskah ini.

Workshop “Structural Equation Modeling”

Program Doctor Research in Management BINUS University, mengundangku untuk memfasilitasi workshop Structural Equation Modeling (SEM) using AMOS pada 6 Juni 2015 yang lalu. Ini adalah kali kedua aku memfasilitasi mahasiswa program doktor di sini, setelah sebelumnya memberikan materi sejenis dengan tema Scale Development pada tanggal 2 Februari 2015. SEM merupakan sebuah pendekatan statistika yang kompleks dan rumit, namun sangat canggih dalam menjawab berbagai pertanyaan riset. Desain riset yang aku jalankan saat studi S3 memaksaku untuk memahami dan mampu menggunakannya, setidaknya untuk beberapa tujuan penelitian. Seperti biasa, interaksi yang terjadi dalam workshop serupa ini bukan saja kesempatan untuk berbagi, tapi aku juga mendapat banyak input dengan beragamnya masalah penelitian peserta. Khusus untuk dosen, kemampuan menjalankan SEM dengan AMOS sebuah peluang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dengan terbukanya banyak desain penelitian. Mereka bisa mengajak para mahasiswa meneliti dengan hal-hal baru yang belum banyak jadi perhatian. Semoga semakin banyak pihak yang dapat memanfaatkan workshop ini.

Sunday, January 25, 2015

KeyNote Speaker di Unibraw

Hal baik tidak jarang datangnya tak terduga. Mencari jurnal terakreditasi yang potensial, saya kontak satu relasi di Universitas Brawijaya, Dr. Dodi Irawanto. Terakhir kali kontak dengan Dodi di tahun 2008, ketika mengelola Journal human of capital. Dodi termasuk penulis yang produktif mengusulkan artikel. Ternyata beliau kini direktur program MM di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unibraw, dan sedang menjadi ketua panitia untuk 2nd APMBA International Conference on Business and Management Science. Masih ada satu slot Keynote Speaker yang belum terisi, panitia tertarik dengan materi riset resiliensi dan inovasi ku. Mereka segera mengundang aku mengisi keynote speech di Jumat 12 Desember 14 pagi. Setelah mengatur makeup class untuk beberapa kelas, aku menyetujui tawaran menantang itu dan terbang ke Malang. Meski cuma 2 hari, pengalaman memenuhi undangan menyampaikan ceramah serta diskusi dengan rekan-rekan di Unibraw sangat menginspirasi. Selain karena mendengar dan merasakan “vibrant” nya fakultas bisnis dan ekonomi Unibraw, menjadi keynote speaker untuk sebuah konferensi internasional “strengthening” kepercayaan diriku, dan mempertebal “iman” kedosenan :)

Proyek Modul Workshop

Alhamdulillah, saya dan rekan Urip Sedyowidodo berhasil memenangkan tender proyek modul pelatihan di PT Cp Prima Tbk, sebuah perusahaan budidaya dan makanan olahan hasil laut kemasan terbesar di Indonesia. Perusahaan ini menjadikan “entrepreneurship” sebagai sebuah nilai-nilai perusahaan dan ingin menyebarkannya menjadi budaya secara menyeluruh kepada karyawan. Kami mengusulkan 3 level modul pelatihan, yakni level basic, advance dan strategik. Pihak CP Prima menyetujui semua usulan kami, yakni 24 modul pelatihan selama 6 hari untuk ketiga level tersebut. Sejak Oktober 2014 saya dan Urip mengadakan berbagai rapat dan kunjungan perusahaan untuk mendapatkan kasus-kasus yang kontekstual yang dapat memperkaya manfaat modul. Untukku, proyek ini sangat bermanfaat. Terlepas dari nilai komersial yang kami peroleh, modul yang dibangun juga akan aku kembangkan sebagai materi perkuliahan Manajemen Inovasi di program MM Univ.Bakrie, dan juga akan berpotensi menjadi sebuah buku. Another book is on the way !